”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” ( Al Ahzab : 21 )
“ Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” ( At Taubah : 128 )
Hati tak mau berhenti meleleh
Di waktu yang dijanjikan itu
Dada bergejolak..
mulut tergagap..
tangan bergetar..
tak mampu kutahan diri…
hati tetap tak mau berhenti meleleh..
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….
Terlalu banyak haru dan syukurku pada pahlawan nomor satu. Kebanggaanku. Pemimpin utama. Manusia paling terpuji. Pesuruh Allah paling mulia, yang Allah pun memujinya.
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung ”( Al Qalam : 4 )
Jarak belasan abad tak mampu memupus pesona dan cahaya kemuliaanmu ..Rasulullah.
Tulisan ini semata-mata usaha untuk menumpahkan kecintaan kepada manusia yang maksum-terpelihara dari salah dan dosa, yang perilakunya langsung dalam pengawasan dan bimbingan Rabbnya, yang Allah telah meninggikan sebutannya, telah dimaafkan segala dosanya, dan telah dilapangkan dadanya, yang baginya cukup Allah sebagai pelidung dan Allah sebaik-baik pelindung.
“ Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu “ ( Alam Nasyrah : 1-4 )
“ Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu” ( Al Anfaal : 64)
Ya Rasulullah, engkaulah pemberani nomor satu. Yang telah melewati 27 peperangan dalam usia diatas 54 tahun sampai menjelang wafatmu. Yang tidak pernah mundur selangkah pun saat meninggikan panji-panji Allah. Yang selalu bertawakkal pada Tuhanmu.. tidak pernah gentar dalam memimpin pasukan Allah, meskipun wajah muliamu terluka…gigimu patah. Engkau yang demikian merasakan nikmat berjuang dijalan Tuhan, hingga mengatakan “ Demi Tuhan yang jiwaku ada dalam gengaman-Nya, sungguh aku ingin seandainya terbunuh dijalan Allah, kemudian dihidupkan kembali, lalu terbunuh lagi”. Engkaulah , ya Rasulullah, pemberani yang saat dikepung orang-orang kafir Quraisy dengan pedang-pedang terhunus, saat seharusnya jiwa terguncang dan nafas sesak sampai kerongkongan, namun kau tetap tawakkal dan menenangkan sahabatmu Abu Bakar ” Hai Abu Bakar, bagaimanakah pendapatmu tentang dua orang, sedang yang ketiganya Adalah Allah ? ”.
”…di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita…" ( At Taubah : 40 )
Ya Rasulullah..engkaluah sebaik-baik penyayang..engkau yang hadirmu adalah rahmat bagi semesta alam…
”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”( Al Anbiyaa : 107 )
Engkau yang ketika menjadi immam dan mendengar tangisan bayi, mempercepat bacaan sholat karena tak ingin memberatkan ibu si bayi yang turut sholat. Engkaulah kakek yang ketika sedang sujud, Hasan menaiki punggungmu, kau panjangkan sujudmu karena tak ingin menggangu cucumu. Engkau yang paling penyayang pada keluarga…yang selalu tersenyum dan menggendong Hasan Husein serta mencium keduanya…yang setiap bertemu Fatimah Az Zahra kau selalu kecup kedua matanya.. yang membantu keluarga, menambal sepatu, menjahit baju , dan memerah susu demi tak mau merepotkan mereka .Engkaulah yang mulia, yang mendampingi seorang gadis kecil yang menggandeng tanganmu sampai keluar Madinah untuk membeli keperluan…kau tidak menolaknya..bahkan kau antarkan gadis kecil itu sampai kembalinya. Engkaulah yang menemani Umair bermain-main untuk menghapuskan kesedihan sang anak saat burung pipitnya – Nughair- mati. Engkaulah yang setiap pagi mendatangi , menghaluskan dan menyuapi makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang selalu menghinakanmu. Kau yang pada kambing yang akan disembelih pun perhatian…kau perintahkan agar menajamkan pisau dahulu setajam-tajamnya baru menidurkan binatang itu secara miring, dan melarang sebaliknya.
Ya Rasululullah..engkaulah hamba yang paling rendah hati dan pemaaf. Dengan segala ketinggian mu dan kemaksuman dirimu engkau selalu banyak memohon ampun kepada Rabbmu. Engkau yang malam-malammu kau isi dengan qiyamul lail sampai bengkak kedua kakimu…ditanya oleh istri tercinta Aisyah kenapa sampai begini ibadahmu ya Rasulullah, bukankan engkau terpelihara..jawabmu dengan penuh haru dan ketudukan hati ” Apakah tidak pantas bagi seorang hamba Allah untuk bersyukur.”. Engkau yang walaupun begitu tinggi derajat shalehmu, selalu berdoa” Ya Allah…bantulah aku untuk selalu mengingatmu…bantulah aku untuk selalu syukur akan nikmatmu…bantulah aku untuk selalu menyempurnakan ibadahku padamu”.
Engkau, ya Rasulullah…betapa aku tidak haru..engkau maafkan kaum di Thaif yang menghinakan dan menyiksamu…sampai gamismu merah karena darah yang mengalir dari tubuhmu akibat lemparan mereka. Ya Rasulullah bahkan malaikat pun ingin sekali menghancurkan kaum itu..namun yang keluar dari hati dan lisan muliamu hanyalah maaf dan doa kebaikan..
Ya Rasulullah…engkaulah yang selalu menyungkur mukamu sambil menangis dan bertambah khusyu..
”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. ”( Al Israa : 109 )
Engkau pemimpin yang menangis tersedu saat dibacakan ayat tentang ummatmu nanti yang celaka
” Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu ) ” ( An Nisa : 41)
Mata dan hati itulah yang selalu menangis karena teringat akan hari berdiri dihadapan Rabbnya..menangis karena sadar akan kebesaran Nya.. menangis tersadar akan nikmat yang diberikan oleh Tuhannya..menangis karena rasa cinta yang teramat mendalam dalam hatinya..pun saat hari kemenangan besar itu engkau menagis tersedu mendengar firman Tuhanmu..hingga air mata membasahi janggutmu..
” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat “ ( An Nashr 1-3 )
…..
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” ( Al Ahzab : 21 )
“ Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” ( At Taubah : 128 ).
….
Sesungguhnya kemuliaan dan kebesaranmu yang kutuangkan diatas belumlah seberapa dibanding kisah panjang hidup dan perjuanganmu. Ilmuku belum sanggup menjangkau banyaknya hikmah kehidupanmu. Hanya yang kutahu pasti..Wajib bagiku untuk selalu mempelajari Sunnah mu. Meneladani seluruh perilaku dan petunjuk…
Karena engkaulah pemimpin..dan kamilah ummat.
Ummat Muhammad…
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….