Terimakasih

July 16th, 2007 by arifrahmanlubis

Terimakasih…

 

Untuk bapak tukang sol
sepatu keliling

Kakek penjual nasi
goreng keliling

Adik penjual baso
keliling

Nenek di masa kecilku,
penjual tiwul

Bapak yg semalaman
mencari benda berharga

di tempat sampah kami

 

Kalian orang
hebat

yang namanya tak
pernah disebutkan

Karena kekerasan
hati zaman

 

Kalian, fakir
miskin yang mempunyai hak atas kami

Kalian, yang
walaupun sangat berat

sendirian,
disepelekan, dicurigai, dicemooh…

Tetap berjuang
untuk makanan halal dan penuh keberkahan

 

Kalian manusia
berderajat tinggi

yang memahamkanku
betapa berharganya arti harga diri

 

Kalian orang
hebat

yang
mengajarkanku arti hidup dan berjuang

Perbudakan

July 16th, 2007 by arifrahmanlubis

Karena pandangan
pendeknya

Manusia sudi jadi
budak

Dalam dirinya ia
mempunyai kekayaan

Namun menyerahkan
seluruhnya pada raja-raja

Oleh karena
penghambaan ini

Ia menjadi lebih
buruk dari anjing

Tak ada anjing
menjilat anjing lain

Dan memujanya
sebagai majikan

 

 

 

_Iqbal ( Payam-i mashriq )_

Indonesia Menang!

July 10th, 2007 by arifrahmanlubis

Hore Indonesia menang!

Lawan Bahrain lagi..2-1 skornya

Salut untuk pemain yang bertarung dengan hebatnya

Salut dgn penonton yang supportif dan bersemangat

Tapi…

bagaimana sholat magrib kalian?

Ia. Bagaimana sholat magrib kalian?

_kamar kos. 10 Juli 2007. pukul 19.40_

puisi dari adikku di negeri syuhada

July 8th, 2007 by arifrahmanlubis

From the Diary of an Almost 4-Year Old
By Hanan  Ashrawi

Tomorrow the bandages will come off,
I wonder, will I see half an oven? Half an apple?
Half my mother’s face with my one remaining eye?
I did not see the bullet
But felt its pain exploding in my head.
his image did not disintegrate
.

T
he soldier with his big gun and steady hands.
And the look in his eyes I could not understand
.
I can see him so clearly with my eyes closed,
It could be that inside our heads
.

We each have one spare set of eyes
To make up for the ones we lose
.
Next month, on my birthday,
I’ll have a brand new glass eye
Maybe things will look round and fat at the middle.
I gaze through all my marbles,
They make the world look strange.

I hear a nine-month-old has also lost an eye,
I wonder if my soldier shot her too,
A soldier looking for little girls who look him in the eye.
I’m old enough, almost four,
I’ve seen enough of life
But she’s just a baby
Who didn’t know any better.

shaleh pribadi.shaleh lingkungan.

July 8th, 2007 by arifrahmanlubis

Menarik ketika memperbincangkan tarik menarik antara manusia dengan lingkungannya. Kedua faktor ini  akan selalu mempengaruhi bahkan bertarung satu sama lain, sadar atau tidak sadar.

Manusia sebagai individu dengan nilai kebenaran yang dimilikinya akan selalu bertarung dengan lingkungan dengan nilai kebenarannya pula. Pertarungan ini semakin jelas terjadi saat dua nilai ini sudah sedemikian berjauhan bahkan berhadap-hadapan. Jika kita kembalikan ke sumber Hukum dan Pengetahuan, Al Quran dan As Sunnah, jelas bahwa Islam mengakui tarik menarik kedua hal ini. Khususnya dalam urusan kesalehan. Tak cukup sampai diakui, tapi juga dikelola dengan sangat baik.

Dalam kumpulan Hadist Arbain karya Imam Nawawi, dihadist ke 27 tentang kebaikan dan dosa, kita dapat secara gamblang melihatnya :

“ Dosa adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain “ ( HR. Muslim)

Para ulama mengatakan bahwa inilah prinsip keshalehan. Ianya harus dibangun dari faktor kesalehan pribadi dan faktor kesalehan lingkungan. Gelisahnya perasaan karena ketundukan dan kesucian hati (faktor keshalehan pribadi ). Sedangkan ketidak sukaan bila dilihat orag lain, adalah faktor keshalehan lingkungan yang membuat kita malu telah berbuat kesalahan.

Pengelolaan tarik menarik antara dua nilai jelas tergambar lewat syariat Islam dalam Al Quran dan As Sunnah. Dalam Islam, manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi ( Al Baqarah : 30 ) dan diperintahkan untuk beribadah kepada Allah SWT (Adz Zariyat : 56 ) . Dari amanah besar dan perintah Allah di Al Quran dan As Sunnah, ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil terkait keshalehan individu dengan lingkungannya.

1.      Perintah Allah yang langsung mengelola faktor kesalehan. Islam mengkondisikan individu dan lingkungan harus saling menyokong dalam hal penghambaan diri pada Allah. Sehingga yang muncul adalah lingkaran kebajikan yang saling mendukung dalam kesalehan.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”(Al Maidah : 2 )

Contoh nyata ajaran Islam adalah, kita diperintahkan untuk mendirikan shalat fardlu di mesjid. Dalam hadist yang shahih Raulullah mengatakan bahwa keutamaan shalat fardlu berjamaah dibanding shalat sendirian adalah 27 derajat. Ini adalah pengelolaan manusia dan lingkungan yang indah. Karena di mesjidlah, dalam persaudaraan jamaah kita bisa saling tolong-menolong dalam meningkatkan keshalehan. Dengan hadirnya diri kita , dapat meningkatkan keshalehan jamaah, karena kita tidak pernah masbuk dalam sholat jamaah. Dari diri kita, lingkungan belajar untuk selalu bersegera dalam menghadap panggilan Allah.

Dari interaksi dengan lingkungan mesjid  , keshalehan kita pun semakin bertambah .Karena melihat jamaah yang sudah tua renta tapi tetap tegar dalam sholatnya, kita terpancing untuk selalu kuat dan memperbanyak ibadah kita. Mendengar bacaan imam yang merdu kita terpacu untuk belajar tahsin dengan sungguh-sungguh. Masih banyak hal lainnya

2.      Perintah kepada manusia untuk mengelola kedua faktor keshalehan, agar bisa saling mendukung. Karena kita adalah khalifah, pemimpin. Kitalah yang harus mengkondisikan lingkungan kita. Kita ambil contoh di lingkungan terdekat kita: perihal persahabatan, hubungan dengan kaum kerabat dan memilih istri.

Untuk kaum kerabat terdekat, kita diperintahkan untuk membimbingnya. ”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat “ ( As Syuaraa : 214 ).

Untuk sahabat, kita diperintahkan untuk memilih sahabat yang shaleh. Yang dianalogikan Rasul seperti berteman dengan penjual minyak wangi, jika kita tidak mendapatkan minyaknya. Minimal kita akan memperoleh harumnya. Sahabat shalehlah yang dapat menasehati kita disaat lalai, dan menjadi pemacu karena ketaannya.

Dalam memilih istri. Kita diharuskan memilih istri yang shalehah. Prioritas utama adalah kekokohan iman dan kedalaman pemahaman tentang agama Allah. Karena istri inilah teman hidup kita yang utama, yang akan menemani kita mengarungi perjalanan panjang menuju rahmat Allah. Istri yang shalehah yang menjadi penyenang hati, penghapus duka, penyemangat jiwa dalam berjuang di jalan Allah.

3.      Perintah kepada manusia untuk teguh memegang nilai kebenaran yang diyakini walaupun norma lingkungan sudah bergeser atau malah bertentangan. Kita pun diperintahkan untuk berjihad memperjuangkan kebenaran yang datangnya dari Allah.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” ( Ali Imran 103 )

Untuk itu, pertama sekali kita harus mempelajari dengan sungguh-sungguh ilmu-ilmu tentang akidah, fiqih, syariat, muammalah, dan lainnya. Yang kesemuanya ada dalam Al Quran, As Sunnah, buku-buku, bahan-bahan dan majelis-majelis ilmu yang membahasnya. Karena tidak mungkin kita dapat berpegang pada tali agama Allah, saat kita sendiri tidak memahami apa itu tali agama Allah.

Tetaplah teguh, meski pertentangan dengan lingkungan demikian keras dan menyakitkan. Belajarlah dari keteguhan Nabi kita, Yusuf As :

“ Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku…” ( Yusuf : 33 )

Jika keadaan seperti saat ini, di negeri kita ini. Dimana lingkungan bahkan sampai aturan pemerintahan sedemikian jauhnya dari agama Allah bahkan berhadap-hadapan. Maka kewajiban bagi kita untuk berusaha menegakkan agama Allah dan merubah kefasikan lingkungan ini.

Disaat teman-teman kita asik bangga dengan aktivitas pacarannya, sementara larangannya begitu nyata ( walataqrabuzzinaa-janganlah kamu mendekati zina) kita usahakan dengan cara yang baik menasehatinya. Saat masyarakat dengan mudahnya meninggalkan amalan shalat fardlu, maka kita berusaha tetap teguh menunaikannya secara berjamaah. Sambil dengan sebaik-baiknya mengajak saudara-saudara kita.

Kita usahakan diri kita untuk terus berdakwah dan berjuang dalam lingkungan kita. Sebarkan Islam dengan ahsan. Bergerak-gerak terus sampai akhir hayat. Ikutilah jejak Rasulmu. Jadilah arus-arus yang membersihkan..

“ Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah…”(Al Baqarah : 193)

Wallahualam bisshowab

Ya Allah, bantulah aku untuk selalu ingat dan takut kepadaMU…

Pahlawan Nomor 1

July 6th, 2007 by arifrahmanlubis

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” ( Al Ahzab : 21 )

“ Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” ( At Taubah : 128 )

Hati tak mau berhenti meleleh

Di waktu yang dijanjikan itu

Dada bergejolak..

mulut tergagap..

tangan bergetar..

tak mampu kutahan diri…

hati tetap tak mau berhenti meleleh..

Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….

Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….

Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….

Terlalu banyak haru dan syukurku pada pahlawan nomor satu. Kebanggaanku. Pemimpin utama. Manusia paling terpuji. Pesuruh Allah paling mulia, yang Allah pun memujinya.

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung ”( Al Qalam : 4 )

Jarak belasan abad tak mampu memupus pesona dan cahaya kemuliaanmu ..Rasulullah.

Tulisan ini semata-mata usaha untuk menumpahkan kecintaan kepada manusia yang maksum-terpelihara dari salah dan dosa, yang perilakunya langsung dalam pengawasan dan bimbingan Rabbnya, yang Allah telah meninggikan sebutannya, telah dimaafkan segala dosanya, dan telah dilapangkan dadanya, yang baginya cukup Allah sebagai pelidung dan Allah sebaik-baik pelindung.

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu “ ( Alam Nasyrah : 1-4 )

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu” ( Al Anfaal :  64)

Ya Rasulullah, engkaulah pemberani nomor satu. Yang telah melewati 27 peperangan dalam usia diatas 54 tahun sampai menjelang wafatmu. Yang tidak pernah mundur selangkah pun saat meninggikan panji-panji Allah. Yang selalu bertawakkal pada Tuhanmu.. tidak pernah gentar dalam memimpin pasukan Allah, meskipun wajah muliamu terluka…gigimu patah. Engkau yang demikian merasakan nikmat berjuang dijalan Tuhan, hingga mengatakan “ Demi Tuhan yang jiwaku ada dalam gengaman-Nya, sungguh aku ingin seandainya terbunuh dijalan Allah, kemudian dihidupkan kembali, lalu terbunuh lagi”. Engkaulah , ya Rasulullah, pemberani yang saat dikepung orang-orang kafir Quraisy dengan pedang-pedang terhunus, saat seharusnya jiwa terguncang dan nafas sesak sampai kerongkongan, namun kau tetap tawakkal dan menenangkan sahabatmu Abu Bakar ” Hai Abu Bakar, bagaimanakah pendapatmu tentang dua orang, sedang yang ketiganya Adalah Allah ? ”.

”…di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita…" ( At Taubah : 40 )

Ya Rasulullah..engkaluah sebaik-baik penyayang..engkau yang hadirmu adalah rahmat bagi semesta alam…

”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”( Al Anbiyaa : 107 )

Engkau yang ketika menjadi immam dan mendengar tangisan bayi, mempercepat bacaan sholat karena tak ingin memberatkan ibu si bayi yang turut sholat. Engkaulah kakek yang ketika sedang sujud, Hasan menaiki punggungmu, kau panjangkan sujudmu karena tak ingin menggangu cucumu. Engkau yang paling penyayang pada keluarga…yang selalu tersenyum dan menggendong Hasan Husein serta mencium keduanya…yang setiap bertemu Fatimah Az Zahra kau selalu kecup kedua matanya.. yang membantu keluarga, menambal sepatu, menjahit baju , dan memerah susu demi tak mau merepotkan mereka .Engkaulah yang mulia, yang mendampingi seorang gadis kecil yang menggandeng tanganmu sampai keluar Madinah untuk membeli keperluan…kau tidak menolaknya..bahkan kau antarkan gadis kecil itu sampai kembalinya. Engkaulah yang menemani Umair bermain-main untuk menghapuskan kesedihan sang anak saat burung pipitnya – Nughair- mati. Engkaulah yang setiap pagi mendatangi , menghaluskan dan menyuapi makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang selalu menghinakanmu. Kau yang pada kambing yang akan disembelih pun perhatian…kau perintahkan agar menajamkan pisau dahulu setajam-tajamnya baru menidurkan binatang itu secara miring, dan melarang sebaliknya.

Ya Rasululullah..engkaulah hamba yang paling rendah hati dan pemaaf. Dengan segala ketinggian mu dan kemaksuman dirimu engkau selalu banyak memohon ampun kepada Rabbmu. Engkau yang malam-malammu kau isi dengan qiyamul lail sampai bengkak kedua kakimu…ditanya oleh istri tercinta Aisyah kenapa sampai begini ibadahmu ya Rasulullah, bukankan engkau terpelihara..jawabmu dengan penuh haru dan ketudukan hati ” Apakah tidak pantas bagi seorang hamba Allah untuk bersyukur.”. Engkau yang walaupun begitu tinggi derajat shalehmu, selalu berdoa” Ya Allah…bantulah aku untuk selalu mengingatmu…bantulah aku untuk selalu syukur akan nikmatmu…bantulah aku untuk selalu menyempurnakan ibadahku padamu”.

Engkau, ya Rasulullah…betapa aku tidak haru..engkau maafkan kaum di Thaif yang menghinakan dan menyiksamu…sampai gamismu merah karena darah yang mengalir dari tubuhmu akibat lemparan mereka. Ya Rasulullah bahkan malaikat pun ingin sekali menghancurkan kaum itu..namun yang keluar dari hati dan lisan muliamu hanyalah maaf dan doa kebaikan..

Ya Rasulullah…engkaulah yang selalu menyungkur mukamu sambil menangis dan bertambah khusyu..

”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. ”( Al Israa : 109 )

Engkau pemimpin yang menangis tersedu saat dibacakan ayat tentang ummatmu nanti yang celaka 

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu ) ( An Nisa : 41)

Mata dan hati itulah yang selalu menangis karena teringat akan hari berdiri dihadapan Rabbnya..menangis karena sadar akan kebesaran Nya.. menangis tersadar akan nikmat yang diberikan oleh Tuhannya..menangis karena rasa cinta yang teramat mendalam dalam hatinya..pun saat hari kemenangan besar itu engkau menagis tersedu mendengar firman Tuhanmu..hingga air mata membasahi janggutmu..

” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat “ ( An Nashr 1-3 )

…..

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” ( Al Ahzab : 21 )

“ Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” ( At Taubah : 128 ).

….

Sesungguhnya kemuliaan dan kebesaranmu yang kutuangkan diatas belumlah seberapa dibanding kisah panjang hidup dan perjuanganmu. Ilmuku belum sanggup menjangkau banyaknya hikmah kehidupanmu. Hanya yang kutahu pasti..Wajib bagiku untuk selalu mempelajari Sunnah mu. Meneladani seluruh perilaku dan petunjuk…

Karena engkaulah pemimpin..dan kamilah ummat.

Ummat Muhammad…

Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad….

Bismillah

July 6th, 2007 by arifrahmanlubis

Bismillah

Ini sebenarnya blog yang ke 2..setelah blog lama saya

www.yangrahmandanarif.blogspot.com tidak bisa dibuka

terlalu lama dianggurin, jadi lupa username dan pasword :)

Alhamdulillah sekarang diberikan lagi semangat menulis lewat blog, tak hanya di diari/agenda.

Semoga bermanfaat bagi saya dan yang membaca.

Semoga jadi kendaraan menuju kiridhoan dan imbalan tinggi yang dijanjikan.

Bismillah…