Islam itu Obat Kehidupan
Islam itu obat kehidupan.
Kalau sakit kita anggap celaka, dan sehat sebagai selamat. maka untuk beranjak dari titik sakit menuju sehat kita harus minum obat.
Dalam konteks keselamatan dunia dan akhirat , Islam itu satu-satunya jalan keselamatan. Islam itulah obat. yang mengantarkan kita dari keadaan celaka, ketitik selamat.
Sebagaimana obat yang harus diminum, ia harus diamalkan. ini bukan agama wacana (saja). ini agama amal. tidak sembuh orang yang tahu panadol yang diminum tiga kali sehari dapat menghilangkan pusing, tapi tidak mengamalkannya. serupa dengan syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. dan "obat-obat" lainnya.
Dan bila perlu, untuk memastikan obat ini sesuai, kita akan kedokter untuk konsultasi. Mungkin saja panadol yang dikatakan iklan sebagai obat pusing, sebenarnya paling tepat untuk penyakit demam. Sebagaimana kita perlu berkonsultasi tentang masalah hidup dengan Al Quran dan tafsirannya (dari Ahli Tafsir), Sunnah Rasul dari periwayatan yang Shahih, dan pendapat Ulama yang terpercaya.
Tidak bisa asal-asalan. ..
Yang bukan dokter tidak boleh mengeluarkan resep sembarangan. Malah akan menyebabkan "keracunan massal". ( tanyalah kepada yang tahu, apa yang tidak kamu ketahui )
Islam itu obat kehidupan. kalau untuk mencapai keselamatan yg temporer saja kita patuh pada dokter, minum obat sehari tiga kali. kenapa untuk keselamatan abadi diri kita masih ragu ?!
Dalam konteks mencapai keselamatan ini, ada beberapa jenis manusia.
Ada orang yang sakit tapi tidak tau dia sakit, celakalah dia. bagaimana mau sembuh, kalau mengidap penyakitpun dia tak sadar. inilah orang yang diluar Islam. Tidak tau dan yakin tentang jalan keselamatan. ( orang yang tidak bersyahadat dan masuk kedalam Islam, kekal dalam neraka ).
Ada yang sesat. Kebodohannya membuat kasihan, kadang geram. Ia tau ia sakit. Ia tau Islam adalah obat. Tapi ia yang Doktor ilmu Pemerintahan, menganggap dirinya bisa mengeluarkan resep seperti Dokter kesehatan. Sesatlah dia. Tanpa dukungan yang dalil yang jelas dan penafsiran yang kuat, dia asal menerjemahkan. Ayat mutasyabihat jadi andalan. Ayat yang "terang" di padam-padamkan. Hadist yang shahih di pinggirkan, yang dhaif di kuat-kuat kan. Ritual ibadah, di ada-adakan….. Ada yang mengaku tak perlu lagi shalat, kalau sudah bisa menyatu dengan Allah. Ada yang menjadikan "terbang" sebagai maqom keshalehan. Bahkan yang mengaku menjadi Rasul ke 26.
Ada yang pantas dimurkai. Bebal sekali. Ia tau ia sakit.tapi ia datang kedokter, dengan minat mengikuti nafsunya bertanya tanpa etika, dan berpikir mengawang tanpa batasan. Kepada dokter yang ahli, ia tanyakan : " kenapa minum obat harus 3 X sehari dok?". "Kandungan obatnya apa aja dok? Cara mengolahnya bagaimana? Bahan dasarnya apa aja? Persentasenya?". Setelah diskusi panjang lebar berjam-jam, tetap obat tak di minum, resep dokter tak di gunakan. Bisa diprediksi nasib orang ini…..Mengapa imam laki-laki? Bolehkan imam shalat Jumat perempuan? Haji itu ada karena jeniusnya Muhammad mengadopsi ritual bangsa Arab kan?
Yang selamat adalah yang mukmin. Yang tau dia sakit. tau harus kedokter. tau resep dari dokternya. dan yang penting " DIA MINUM OBATNYA". dia "minum" rukun islam, rukun iman, dan semua obat-obat yang menjanjikan jalan keselamatan. d
ia sadar penuh, tanpa Islam ia akan menghadapi kecelakaan . dia tahu, untuk menghindari kesalahan dia ke dokter. dia shalat, dan agar tidak salah ia bertanya pada dokter " Sunnah". dia berpakaian, agar tidak melenceng dia bertanya pada dokter " Quran, Sunnah, dan pembahasan ulama" . dia mengerti benar, untuk menjadi dokter dia harus kuliah dulu. belajar kitab dan praktik kedokteran. dia pelajari Al Quran, Hadist,Ushul Fiqih,Asbabun Nuzul, Asbabul Wurud,kitab-kitab fatwa ulama dan pembahasannya.
itulah jalannya. tau sakit. tau obatnya. tau dokternya. dan meminum obat sesuai resep dokter. Itulah jalan orang mukminin. jalan menuju pintu-pintu keselamatan.
Ya Allah, masukkanlah aku ke golongan mukminin. Tunjukilah aku jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang Engkau anugerahkan nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Engkau Murkai, bukan jalan orang-orang yang sesat.