adik lucu
Seminggu lalu. Ba’da Ashar. Didepan Mihrab Salman.
Sepuluh menitan membaca Qur’an
Mataku menangkap gerakan
Gadis kecil, dua tahun
Lucu, putih, tembem, jilbaban, jilbabnya kebesaran. Lucu.
Matanya berbinar menggebu
Lari sempoyongan kedepan
Cepat..cepat..
Tangan ayahnya ditarik manja
Menuju kursi khatib
Dikira kuda-kudaan
Diangkatlah ia kesitu
Posisi mirip-miripkan joki
Pinggiran kursi jadi pegangan
Kepala diangguk-angguk badan goyang-goyang
Hehehehe..
ia tertawa lepas, kesenangan
Nah, ini datang si kakak…
Empat tahunan
Sama-sama lucu
Sama-sama berbinar
Sama-sama naik keatas kursi
Kakaknya di belakang
Membonceng adiknya
Kepala diangguk-angguk badan goyang-goyang
Hehehehe..
mereka tertawa lepas, kesenangan
Tertawa-tawa terus..
Senyum-senyum terus..
Gak mau turun..
Tinggal si ayah bingung, sendirian.
( Ya Allah..lucunya…)
August 1st, 2007 at 6:13 am
bagus kak,,,,bagus banget malah…:)
mari kita berkarya!…
tapi bagaimana caranya bisa lebih persuasif dalam dakwah dan menyampaikan pendapat:)
December 23rd, 2007 at 4:21 am
ini column blog yg luchu jg..spt adik lucu..aku suka..hehe