20 Juli 2006
Kamis
Siang tadi ketemu Jalu. Papasan di dekat sunken.
“Assalamualaikum. Lu, dari ITB untuk Tsunami Pangandaran gmana? “
“Waalaikumsalam. Ini saya lagi ngurus Rif. InsyaAllah nanti dini hari, berangkat rombongan pertama ITB. Gmana? Bisa Ikutan ?”
“ Wah, Alhamdulillah. Saya mikir dulu Lu. InsyaAllah bisa.hatur nuhun.nanti saya kontak lagi”
Alhamdulillah, ba’da Ashar diberi ketapan hati untuk berangkat. Terimakasih Allah. Setelah tertunda di Tusnami Aceh kemarin, kau beri kemudahan hamba MU ini beramal dan mendekatkan diri padaMu. Terimakasih yang tak terhingga untukmu ya Allah”
Langsung saya ke Koperasi Pegawai ITB disamping BNI Taman Sari, untuk beli perlengkapan yang masih kurang. Sms in Adut dan Mogi, dua sekjen terpercaya untuk ngebackup di wisudaan, megang rapat BP wisuda dan persiapan nerima kunjungan UPN. Ternyata, di Koperasi Pegawai ITB sudah ada Jalu , Pak Entis dan Pak Ade yang memindahkan barang-barang bantuan ke mobil box ITB. Alhamdulillah, ada kesempatan amal lagi. “Terimakasih yang tak terhingga untukmu ya Allah”
Bada Magrib nelpon Ummi dan Ayah. Ngejelasin keadaan dan menenangkan beliau berdua, disana InsyaAllah aman. Alhamdulillah, keberangkatan saya di restui. Bismillahi tawakkaltu allallah !
21 Juli 2006
Jumat
Pukul 1.30 dini hari
Berangkat!
Rombongan ada 7 orang. Saya, Jalu, Henry, Pak Khalid, Pak Entis, Pak Nur, Pak Ade.
Satu mobil box ITB. Satu panther. Satu kijang.
Pukul 5 pagi
Sampai di Banjar. Shalat Subuh di Mesjid jami Banjar. Masih bertanya-tanya , seburuk apa keadaan disana.
Dalam doa aku banyak berharap agar waktuku disana benar-benar dipeuhi dengan amal shaleh.
Pukul 6 pagi
Sarapan di Banjar. Pake kupat tahu ( ? ) . Dapat sms dukungan dari teman-teman tercinta. Terimakasih teman.
Pukul 8 pagi
Sampai di Pangadaran. Ke Satkorlak. Orang-orang sibuk bersiap menyambut kedatangan SBY. ( seharusnya gak gini, SBY datang ya datang aja. Sediain PasPampres beberapa. Sediain data-data yang dibutuhin. Gak perlu heboh dan ngehambat rombongan yang ingin ke wilayah bencana. Apa lagi sampai nutup jalan untuk sementara)
Pukul 8.30 pagi
Melihat langsung pantainya. MasyaAllah.Hancur semua. Kapal-kapal pecah dan terbawa kemana-mana. Bangunan tersapu air. Anyir, ini bau air pantai, ikan yang mati atau bekas mayat.
Ngobrol dengan korban Tsunami yang kebetulan jadi penjaga hotel. Diceritain detail tentang bencana itu. Penderitaan yang menimpa korban. Banyak sekali yang mengungsi ke hotel itu . Hampir semua terluka. Seprai dan tempat tidur digelar untuk korban yang paling parah, semuanya darah. Malamnya kelaparan, mencoba mencari ikan ke pantai. Banyak memang ikan yang terseret ke pantai. Besar-besar. Tapi yang membuat pilu, itu semua berdampingan dengan mayat-mayat korban. MasyaAllah.
Jam 10 sampai Jumatan
Nyebarin bantuan ke daerah Parigi dan Pasawah. Jumatan di Pasawah ( ? ). Khatib mengupas tentang kekuasaan Allah dalam Tsunami ini. Motivasi untuk berbenah serta bertobat.
…………….
Saya jadi banyak bertafakur tentang Firman Allah dalam Al Quran :
Semuanya adalah ketetapan Allah :
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” ( Al Hadid 22 )
Kita diharamkan berputus asa :
“Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.” ( Al Ankabut : 23 )
Kita yang pasti akan diuji . Dan hendaknya bersabar:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?” ( Al Ankabut : 2 )
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjiha diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” ( Ali Imran 142)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Al Baqarah 155 )
Kita yang harus berbaik sangka dengan ketetapan Allah :
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( Al Baqarah 216)
………….
Ba’da Jumatan sampai Pukul 6 Sore
Nyebarin bantuan ke Legog Jawa, Citra sari, Kerta Mukti. Ternyata di setiap posko masih kekurangan lauk. Bantuan makanan hanya berputar diberas dan mie instant saja.
Sore benar , di ujung Desa Kerta Mukti. Ada sekelompok pengungsi yang belum dapat bantuan dan terpaksa meminta ke setiap mobil yang melintas. Di daerah Parapat, tepat di sebrang jalan dekat pantai. Ada seorang bapak yang duduk di kursi panjang menghadap pantai, duduk dikursi, membaca buku kecil, disampingnya ada pakaian di bentangkan. ( mungkin beliau mengharap orang yg dicintainya kembali)
Jam 8.30 malam
Membeli barang-barang bantuan di Cijulang. Mayoritas lauk pauk. Ada telor, kecap, minyak goreng, kornet, sarden, gula, dll. Alhamdulillah hari ini sudah menyebarkan satu box barang bantuan. Terimakasih Allah.
Jam 9.30 malam
Mandi , shalat dan istirahat di penginapan Koperasi tugu Cijulang. Sekamar dengan Hendry dan Jalu. Ngobrol-ngobrol sejenak. Lalu berusaha tidur.
Banyak berfikir tentang hari yang penuh ini.
Penuh cerita.
Tentang pengalaman ngeri mereka saat tsunami datang. Diseret arus, dihantam balok dan semua benda.
Tentang kesedihan kehilangan orang-orang tercinta.
Tentang ketakutan yang amat sangat, trauma, sehingga mereka ( yang rumahnya dekat pantai ) meninggalkan rumah dan tinggal dibukit-bukit berbekal terpal dan tenda.
Tentang syukur dari para korban saat menerima bantuan dan silaturahmi dari kami. Senyuman terimakasih yang membahagiakan hati.
Tentang semangat pantang menyerah para relawan , terutama relawan dari aparatur dan pemuda desa. Bangga. Ditengah kesedihan yang mendalam mereka kuat dan bekerja mati-matian. Mengelola pengungsi dan mendistribusi bantuan.
Tentang keriangan anak-anak korban gempa, yang tegar dan dengan nikmat jiwa anak-anaknya masih menikmati keceriaan dari tenda-tenda.
Penuh cerita.
21 Juli 2006
Sabtu
Jam 4.30 – 8.00 pagi
Shalat. Berkemas. Mandi. Sarapan.
Hari ini sebenarnya hari wisuda. Sebagai Kahim, saya seharusnya ada disana. Tapi sebagai Kahim yang manusia yang hamba Allah. Saya yakin bahwa kesempatan beramal shaleh dan membantu sesama yang dibukakakan lebar oleh Allah ini tidak boleh jadi sia-sia. Alhamdulillah, bahagia dan puas dengan keputusan ini. Maafkan saya teman-teman MTI. Cuma bisa ngontrol wisuda lewat Adut, Mogi, Arfi dan Mona. Teman-teman yang baik dan setia. Terimakasih.
Jam 8.00 pagi – 3.00 sore
Muter lagi ke 5 daerah kemarin untuk membagikan lauk pauk yang di beli tadi malam. Di Desa Atra Sari , dibalai desa berpagar orange itu, mandapat kebaikan jamuan kelapa muda. Makan kelapa muda bersama korban bencana yang tersenyum tulus, bisakah terbayang betapa bahagianya ? Subhanallah..
Jam 3 Sore.
Pos Pusat Pangadaran
Menyerahkan laporan bantuan ke Satkorlak.
Setelah itu ke Dusun Cikidan. Dusun yang 69 warganya meninggal di hantam Tsunami. Dusun yang dekat sekali dengan timbunan bantuan, tapi kekurangan.
Jam 4 Sore.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Misi selesai.
Pulang.
Subhanallah, 2 hari yang sangat penuh dari Allah.
Selama perjalanan, terbayang sebuar sepanduk dari PPMI yang di pasang di seberang mesjid Jami Pangadaran :
“ Bencana mengajari kita untuk lebih peduli pada sesama “.
Semoga saya termasuk orang yang belajar.
Amin.