Archive for July, 2007

tunjukkan saja

Friday, July 27th, 2007

Karena kita tercipta dengan keindahan. Mengapa ragu? Tunjukkan saja..” _ iklan sabun mandi.

WAAAW. W-A-A-A-W. Luar biasa.

Tidak takutkah kepada Yang Maha Melihat, Maha mendengar, Maha Mengetahui ?

Tidak takutkah ?

Berani benar berpropaganda sesat untuk 200 juta lebih orang?

Berani benar di media yang ditonton orang se Indonesia, ngajak buka-bukaan ?

Karena kita tercipta dengan keindahan. Mengapa ragu? Tunjukkan saja..”

Dimana keiman itu?

Adakah syukur itu?

Benarkah persaksian itu?

Kalau jawabannya

Saya beriman kepada Allah !

Saya bersyukur kepada Allah !

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah !

Kenapa saat Allah berfirman “…dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,…”( An Nuur : 31 )

Kau balas dengan “Karena kita tercipta dengan keindahan. Mengapa ragu? Tunjukkan saja..” ???!!!

Ya Allah lindungilah kami dari fitnah yang menyesatkan. Allahuakbar.

adik lucu

Friday, July 27th, 2007

Seminggu lalu. Ba’da Ashar. Didepan Mihrab Salman.

Sepuluh menitan membaca Qur’an

Mataku menangkap gerakan

Gadis kecil, dua tahun

Lucu, putih, tembem, jilbaban, jilbabnya kebesaran. Lucu.

Matanya berbinar menggebu

Lari sempoyongan kedepan

Cepat..cepat..

Tangan ayahnya ditarik manja

Menuju kursi khatib

Dikira kuda-kudaan

Diangkatlah ia kesitu

Posisi mirip-miripkan joki

Pinggiran kursi jadi pegangan

Kepala diangguk-angguk badan goyang-goyang

Hehehehe..

ia tertawa lepas, kesenangan

Nah, ini datang si kakak…

Empat tahunan

Sama-sama lucu

Sama-sama berbinar

Sama-sama naik keatas kursi

Kakaknya di belakang

Membonceng adiknya

Kepala diangguk-angguk badan goyang-goyang

Hehehehe..

mereka tertawa lepas, kesenangan

Tertawa-tawa terus..

Senyum-senyum terus..

Gak mau turun..

Tinggal si ayah bingung, sendirian.

( Ya Allah..lucunya…)

ini cerita tahun lalu

Sunday, July 22nd, 2007

20 Juli 2006

Kamis

Siang tadi ketemu Jalu. Papasan di dekat sunken.

“Assalamualaikum. Lu, dari ITB untuk Tsunami Pangandaran gmana? “

“Waalaikumsalam. Ini saya lagi ngurus Rif. InsyaAllah nanti dini hari, berangkat rombongan pertama ITB. Gmana? Bisa Ikutan ?”

“ Wah, Alhamdulillah. Saya mikir dulu Lu. InsyaAllah bisa.hatur nuhun.nanti saya kontak lagi”

Alhamdulillah, ba’da Ashar diberi ketapan hati untuk berangkat. Terimakasih Allah. Setelah tertunda di Tusnami Aceh kemarin, kau beri kemudahan hamba MU ini beramal dan mendekatkan diri padaMu. Terimakasih yang tak terhingga untukmu ya Allah”

Langsung saya ke Koperasi Pegawai ITB disamping BNI Taman Sari, untuk beli perlengkapan yang masih kurang. Sms in Adut dan Mogi, dua sekjen terpercaya untuk ngebackup di wisudaan, megang rapat BP wisuda dan persiapan nerima kunjungan UPN. Ternyata, di Koperasi Pegawai ITB sudah ada Jalu , Pak Entis dan Pak Ade yang memindahkan barang-barang bantuan ke mobil box ITB. Alhamdulillah, ada kesempatan amal lagi. “Terimakasih yang tak terhingga untukmu ya Allah”

Bada Magrib nelpon Ummi dan Ayah. Ngejelasin keadaan dan menenangkan beliau berdua, disana InsyaAllah aman. Alhamdulillah, keberangkatan saya di restui. Bismillahi tawakkaltu allallah !

21 Juli 2006

Jumat

Pukul 1.30 dini hari

Berangkat!

Rombongan ada 7 orang. Saya, Jalu, Henry, Pak Khalid, Pak Entis, Pak Nur, Pak Ade.

Satu mobil box ITB. Satu panther. Satu kijang.

Pukul 5 pagi

Sampai di Banjar. Shalat Subuh di Mesjid jami Banjar. Masih bertanya-tanya , seburuk apa keadaan disana.

Dalam doa aku banyak berharap agar waktuku disana benar-benar dipeuhi dengan amal shaleh.

Pukul 6 pagi

Sarapan di Banjar. Pake kupat tahu ( ? ) . Dapat sms dukungan dari teman-teman tercinta. Terimakasih teman.

Pukul 8 pagi

Sampai di Pangadaran. Ke Satkorlak. Orang-orang sibuk bersiap menyambut kedatangan SBY. ( seharusnya gak gini, SBY datang ya datang aja. Sediain PasPampres beberapa. Sediain data-data yang dibutuhin. Gak perlu heboh dan ngehambat rombongan yang ingin ke wilayah bencana. Apa lagi sampai nutup jalan untuk sementara)

Pukul 8.30 pagi

Melihat langsung pantainya. MasyaAllah.Hancur semua. Kapal-kapal pecah dan terbawa kemana-mana. Bangunan tersapu air. Anyir, ini bau air pantai, ikan yang mati atau bekas mayat.

Ngobrol dengan korban Tsunami yang kebetulan jadi penjaga hotel. Diceritain detail tentang bencana itu. Penderitaan yang menimpa korban. Banyak sekali yang mengungsi ke hotel itu . Hampir semua terluka. Seprai dan tempat tidur digelar untuk korban yang paling parah, semuanya darah. Malamnya kelaparan, mencoba mencari ikan ke pantai. Banyak memang ikan yang terseret ke pantai. Besar-besar. Tapi yang membuat pilu, itu semua berdampingan dengan mayat-mayat korban. MasyaAllah.

Jam 10 sampai Jumatan

Nyebarin bantuan ke daerah Parigi dan Pasawah. Jumatan di Pasawah ( ? ). Khatib mengupas tentang kekuasaan Allah dalam Tsunami ini. Motivasi untuk berbenah serta bertobat.

…………….

Saya jadi banyak bertafakur tentang Firman Allah dalam Al Quran :

Semuanya adalah ketetapan Allah :

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” ( Al Hadid 22 )

Kita diharamkan berputus asa :

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.” ( Al Ankabut : 23 )

Kita yang pasti akan diuji . Dan hendaknya bersabar:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?” ( Al Ankabut : 2 )

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjiha diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” ( Ali Imran 142)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Al Baqarah 155 )

Kita yang harus berbaik sangka dengan ketetapan Allah :

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( Al Baqarah 216)

………….

Ba’da Jumatan sampai Pukul 6 Sore

Nyebarin bantuan ke Legog Jawa, Citra sari, Kerta Mukti. Ternyata di setiap posko masih kekurangan lauk. Bantuan makanan hanya berputar diberas dan mie instant saja.

Sore benar , di ujung Desa Kerta Mukti. Ada sekelompok pengungsi yang belum dapat bantuan dan terpaksa meminta ke setiap mobil yang melintas. Di daerah Parapat, tepat di sebrang jalan dekat pantai. Ada seorang bapak yang duduk di kursi panjang menghadap pantai, duduk dikursi, membaca buku kecil, disampingnya ada pakaian di bentangkan. ( mungkin beliau mengharap orang yg dicintainya kembali)

Jam 8.30 malam

Membeli barang-barang bantuan di Cijulang. Mayoritas lauk pauk. Ada telor, kecap, minyak goreng, kornet, sarden, gula, dll. Alhamdulillah hari ini sudah menyebarkan satu box barang bantuan. Terimakasih Allah.

Jam 9.30 malam

Mandi , shalat dan istirahat di penginapan Koperasi tugu Cijulang. Sekamar dengan Hendry dan Jalu. Ngobrol-ngobrol sejenak. Lalu berusaha tidur.

Banyak berfikir tentang hari yang penuh ini.

Penuh cerita.

Tentang pengalaman ngeri mereka saat tsunami datang. Diseret arus, dihantam balok dan semua benda.

Tentang kesedihan kehilangan orang-orang tercinta.

Tentang ketakutan yang amat sangat, trauma, sehingga mereka ( yang rumahnya dekat pantai ) meninggalkan rumah dan tinggal dibukit-bukit berbekal terpal dan tenda.

Tentang syukur dari para korban saat menerima bantuan dan silaturahmi dari kami. Senyuman terimakasih yang membahagiakan hati.

Tentang semangat pantang menyerah para relawan , terutama relawan dari aparatur dan pemuda desa. Bangga. Ditengah kesedihan yang mendalam mereka kuat dan bekerja mati-matian. Mengelola pengungsi dan mendistribusi bantuan.

Tentang keriangan anak-anak korban gempa, yang tegar dan dengan nikmat jiwa anak-anaknya masih menikmati keceriaan dari tenda-tenda.

Penuh cerita.

21 Juli 2006

Sabtu

Jam 4.30 – 8.00 pagi

Shalat. Berkemas. Mandi. Sarapan.

Hari ini sebenarnya hari wisuda. Sebagai Kahim, saya seharusnya ada disana. Tapi sebagai Kahim yang manusia yang hamba Allah. Saya yakin bahwa kesempatan beramal shaleh dan membantu sesama yang dibukakakan lebar oleh Allah ini tidak boleh jadi sia-sia. Alhamdulillah, bahagia dan puas dengan keputusan ini. Maafkan saya teman-teman MTI. Cuma bisa ngontrol wisuda lewat Adut, Mogi, Arfi dan Mona. Teman-teman yang baik dan setia. Terimakasih.

Jam 8.00 pagi – 3.00 sore

Muter lagi ke 5 daerah kemarin untuk membagikan lauk pauk yang di beli tadi malam. Di Desa Atra Sari , dibalai desa berpagar orange itu, mandapat kebaikan jamuan kelapa muda. Makan kelapa muda bersama korban bencana yang tersenyum tulus, bisakah terbayang betapa bahagianya ? Subhanallah..

Jam 3 Sore.

Pos Pusat Pangadaran

Menyerahkan laporan bantuan ke Satkorlak.

Setelah itu ke Dusun Cikidan. Dusun yang 69 warganya meninggal di hantam Tsunami. Dusun yang dekat sekali dengan timbunan bantuan, tapi kekurangan.

Jam 4 Sore.

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.

Misi selesai.

Pulang.

Subhanallah, 2 hari yang sangat penuh dari Allah.

Selama perjalanan, terbayang sebuar sepanduk dari PPMI yang di pasang di seberang mesjid Jami Pangadaran :

“ Bencana mengajari kita untuk lebih peduli pada sesama “.

Semoga saya termasuk orang yang belajar.

Amin.

hahaha di oprah show

Sunday, July 22nd, 2007

acara oprah di metro tv.sepertinya pagi hari, tak ingat tepatnya.

acara talkshow terpopuler hari itu bertema : momen hidup mati manusia. ada cerita si pendaki termuda mount everest.

ada juga cerita dua pemuda yang tersambar petir.

intinya ada di kisah dua pemuda ini. entah bagaimana mereka tersambar petir.

salah seorang darinya sampai pingsan dan tak sadarkan diri dengan tubuh sedikit gosong. sementara satunya masih bisa sadarkan diri.

dalam kesadarannya yang kritis, si satunya ini harus bergegas membawa diri nya dan teman ke bantuan terdekat.

disaat berusaha menyelamatkan nyawanya dan temannnya itu, yang ada dipikirannya hanya doa dan permohonan kepada Tuhannya " Ya Tuhan, jika kau berkenan maka selamatkanlah kami".

"Doa yang sangat bagus untuk kondisi itu", kata si Oprah

"hahahahahahaha…". tiba-tiba penonton semua tertawa.

(kening saya langsung kerut?)

Si Oprah mengulangi pernyataannya

"Tapi itu memang doa yang sangat bagus untuk kondisi itu".

"….." penonton di studio hening.

(mungkin mereka mikir, apa benar ya yang begitu bagus?)

Ya Allah. Mau apa orang-orang ini?. Mau kemana lagi? Minta tolong ke siapa lagi?

Sedihnya, jenis-jenis manusia seperti ini banyaknya dimana-mana. Pun di negara mayoritas Muslim.

Menikmati semua karunia dan nikmat, tetapi masih saja merasa pantas untuk durhaka.

Mengaku hamba, tetapi masih saja merasa hebat dan pantas sombong. Tidak mau menundukkan hati untuk berharap.

Mau kemana lagi? Minta tolong ke siapa lagi?

Ilahana..

bantulah hamba untuk selalu ingat pada Mu…

bantulah hamba untuk selalu ingat pada Mu…

Tidak ada pilihan

Monday, July 16th, 2007

“ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut
kesanggupanmu..” (At Taghabun : 16 )

 

Firman Allah ini jelas
mengisyaratkan bahwa hanya untuk ketakwaan dan amal shalehlah ada
“pilihan” . Pilihannya “ menurut
kesanggupanmu”
(Sesuai derajat keshalehan hamba Allah tersebut)

 

Sedangkan untuk
kemaksiyatan. Tidak ada pilihan “menurut kesanggupanmu “. Semuanya harus
sepenuh-penuhnya ditinggalkan.

 

 

 

Apa pendapatmu tentang
hamba yang selalu diperhatikan. Diberi cukup kenikmatan. Dimasukkan dalam
hatinya keimanan. Diajarkan padanya tentang cara penghambaan. Tapi masih
durhaka pada Tuhan?

 

Wahai diri. Sadarlah.
Sungguh besar kemurkaan disisi Rabbmu.Engkau yang mengaku berIman dan berIslam.
Tapi masih kau kerjakan dengan sengaja kemaksiyatan.

Terimakasih

Monday, July 16th, 2007

Terimakasih…

 

Untuk bapak tukang sol
sepatu keliling

Kakek penjual nasi
goreng keliling

Adik penjual baso
keliling

Nenek di masa kecilku,
penjual tiwul

Bapak yg semalaman
mencari benda berharga

di tempat sampah kami

 

Kalian orang
hebat

yang namanya tak
pernah disebutkan

Karena kekerasan
hati zaman

 

Kalian, fakir
miskin yang mempunyai hak atas kami

Kalian, yang
walaupun sangat berat

sendirian,
disepelekan, dicurigai, dicemooh…

Tetap berjuang
untuk makanan halal dan penuh keberkahan

 

Kalian manusia
berderajat tinggi

yang memahamkanku
betapa berharganya arti harga diri

 

Kalian orang
hebat

yang
mengajarkanku arti hidup dan berjuang

Perbudakan

Monday, July 16th, 2007

Karena pandangan
pendeknya

Manusia sudi jadi
budak

Dalam dirinya ia
mempunyai kekayaan

Namun menyerahkan
seluruhnya pada raja-raja

Oleh karena
penghambaan ini

Ia menjadi lebih
buruk dari anjing

Tak ada anjing
menjilat anjing lain

Dan memujanya
sebagai majikan

 

 

 

_Iqbal ( Payam-i mashriq )_

Indonesia Menang!

Tuesday, July 10th, 2007

Hore Indonesia menang!

Lawan Bahrain lagi..2-1 skornya

Salut untuk pemain yang bertarung dengan hebatnya

Salut dgn penonton yang supportif dan bersemangat

Tapi…

bagaimana sholat magrib kalian?

Ia. Bagaimana sholat magrib kalian?

_kamar kos. 10 Juli 2007. pukul 19.40_

puisi dari adikku di negeri syuhada

Sunday, July 8th, 2007

From the Diary of an Almost 4-Year Old
By Hanan  Ashrawi

Tomorrow the bandages will come off,
I wonder, will I see half an oven? Half an apple?
Half my mother’s face with my one remaining eye?
I did not see the bullet
But felt its pain exploding in my head.
his image did not disintegrate
.

T
he soldier with his big gun and steady hands.
And the look in his eyes I could not understand
.
I can see him so clearly with my eyes closed,
It could be that inside our heads
.

We each have one spare set of eyes
To make up for the ones we lose
.
Next month, on my birthday,
I’ll have a brand new glass eye
Maybe things will look round and fat at the middle.
I gaze through all my marbles,
They make the world look strange.

I hear a nine-month-old has also lost an eye,
I wonder if my soldier shot her too,
A soldier looking for little girls who look him in the eye.
I’m old enough, almost four,
I’ve seen enough of life
But she’s just a baby
Who didn’t know any better.

shaleh pribadi.shaleh lingkungan.

Sunday, July 8th, 2007

Menarik ketika memperbincangkan tarik menarik antara manusia dengan lingkungannya. Kedua faktor ini  akan selalu mempengaruhi bahkan bertarung satu sama lain, sadar atau tidak sadar.

Manusia sebagai individu dengan nilai kebenaran yang dimilikinya akan selalu bertarung dengan lingkungan dengan nilai kebenarannya pula. Pertarungan ini semakin jelas terjadi saat dua nilai ini sudah sedemikian berjauhan bahkan berhadap-hadapan. Jika kita kembalikan ke sumber Hukum dan Pengetahuan, Al Quran dan As Sunnah, jelas bahwa Islam mengakui tarik menarik kedua hal ini. Khususnya dalam urusan kesalehan. Tak cukup sampai diakui, tapi juga dikelola dengan sangat baik.

Dalam kumpulan Hadist Arbain karya Imam Nawawi, dihadist ke 27 tentang kebaikan dan dosa, kita dapat secara gamblang melihatnya :

“ Dosa adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain “ ( HR. Muslim)

Para ulama mengatakan bahwa inilah prinsip keshalehan. Ianya harus dibangun dari faktor kesalehan pribadi dan faktor kesalehan lingkungan. Gelisahnya perasaan karena ketundukan dan kesucian hati (faktor keshalehan pribadi ). Sedangkan ketidak sukaan bila dilihat orag lain, adalah faktor keshalehan lingkungan yang membuat kita malu telah berbuat kesalahan.

Pengelolaan tarik menarik antara dua nilai jelas tergambar lewat syariat Islam dalam Al Quran dan As Sunnah. Dalam Islam, manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi ( Al Baqarah : 30 ) dan diperintahkan untuk beribadah kepada Allah SWT (Adz Zariyat : 56 ) . Dari amanah besar dan perintah Allah di Al Quran dan As Sunnah, ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil terkait keshalehan individu dengan lingkungannya.

1.      Perintah Allah yang langsung mengelola faktor kesalehan. Islam mengkondisikan individu dan lingkungan harus saling menyokong dalam hal penghambaan diri pada Allah. Sehingga yang muncul adalah lingkaran kebajikan yang saling mendukung dalam kesalehan.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”(Al Maidah : 2 )

Contoh nyata ajaran Islam adalah, kita diperintahkan untuk mendirikan shalat fardlu di mesjid. Dalam hadist yang shahih Raulullah mengatakan bahwa keutamaan shalat fardlu berjamaah dibanding shalat sendirian adalah 27 derajat. Ini adalah pengelolaan manusia dan lingkungan yang indah. Karena di mesjidlah, dalam persaudaraan jamaah kita bisa saling tolong-menolong dalam meningkatkan keshalehan. Dengan hadirnya diri kita , dapat meningkatkan keshalehan jamaah, karena kita tidak pernah masbuk dalam sholat jamaah. Dari diri kita, lingkungan belajar untuk selalu bersegera dalam menghadap panggilan Allah.

Dari interaksi dengan lingkungan mesjid  , keshalehan kita pun semakin bertambah .Karena melihat jamaah yang sudah tua renta tapi tetap tegar dalam sholatnya, kita terpancing untuk selalu kuat dan memperbanyak ibadah kita. Mendengar bacaan imam yang merdu kita terpacu untuk belajar tahsin dengan sungguh-sungguh. Masih banyak hal lainnya

2.      Perintah kepada manusia untuk mengelola kedua faktor keshalehan, agar bisa saling mendukung. Karena kita adalah khalifah, pemimpin. Kitalah yang harus mengkondisikan lingkungan kita. Kita ambil contoh di lingkungan terdekat kita: perihal persahabatan, hubungan dengan kaum kerabat dan memilih istri.

Untuk kaum kerabat terdekat, kita diperintahkan untuk membimbingnya. ”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat “ ( As Syuaraa : 214 ).

Untuk sahabat, kita diperintahkan untuk memilih sahabat yang shaleh. Yang dianalogikan Rasul seperti berteman dengan penjual minyak wangi, jika kita tidak mendapatkan minyaknya. Minimal kita akan memperoleh harumnya. Sahabat shalehlah yang dapat menasehati kita disaat lalai, dan menjadi pemacu karena ketaannya.

Dalam memilih istri. Kita diharuskan memilih istri yang shalehah. Prioritas utama adalah kekokohan iman dan kedalaman pemahaman tentang agama Allah. Karena istri inilah teman hidup kita yang utama, yang akan menemani kita mengarungi perjalanan panjang menuju rahmat Allah. Istri yang shalehah yang menjadi penyenang hati, penghapus duka, penyemangat jiwa dalam berjuang di jalan Allah.

3.      Perintah kepada manusia untuk teguh memegang nilai kebenaran yang diyakini walaupun norma lingkungan sudah bergeser atau malah bertentangan. Kita pun diperintahkan untuk berjihad memperjuangkan kebenaran yang datangnya dari Allah.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” ( Ali Imran 103 )

Untuk itu, pertama sekali kita harus mempelajari dengan sungguh-sungguh ilmu-ilmu tentang akidah, fiqih, syariat, muammalah, dan lainnya. Yang kesemuanya ada dalam Al Quran, As Sunnah, buku-buku, bahan-bahan dan majelis-majelis ilmu yang membahasnya. Karena tidak mungkin kita dapat berpegang pada tali agama Allah, saat kita sendiri tidak memahami apa itu tali agama Allah.

Tetaplah teguh, meski pertentangan dengan lingkungan demikian keras dan menyakitkan. Belajarlah dari keteguhan Nabi kita, Yusuf As :

“ Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku…” ( Yusuf : 33 )

Jika keadaan seperti saat ini, di negeri kita ini. Dimana lingkungan bahkan sampai aturan pemerintahan sedemikian jauhnya dari agama Allah bahkan berhadap-hadapan. Maka kewajiban bagi kita untuk berusaha menegakkan agama Allah dan merubah kefasikan lingkungan ini.

Disaat teman-teman kita asik bangga dengan aktivitas pacarannya, sementara larangannya begitu nyata ( walataqrabuzzinaa-janganlah kamu mendekati zina) kita usahakan dengan cara yang baik menasehatinya. Saat masyarakat dengan mudahnya meninggalkan amalan shalat fardlu, maka kita berusaha tetap teguh menunaikannya secara berjamaah. Sambil dengan sebaik-baiknya mengajak saudara-saudara kita.

Kita usahakan diri kita untuk terus berdakwah dan berjuang dalam lingkungan kita. Sebarkan Islam dengan ahsan. Bergerak-gerak terus sampai akhir hayat. Ikutilah jejak Rasulmu. Jadilah arus-arus yang membersihkan..

“ Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah…”(Al Baqarah : 193)

Wallahualam bisshowab

Ya Allah, bantulah aku untuk selalu ingat dan takut kepadaMU…