PINDAH

December 3rd, 2007 by arifrahmanlubis

saya pindah. mudah2an memacu  semangat untuk tetap menulis.

http://arifrahmanlubis.wordpress.com/

Peduli

December 1st, 2007 by arifrahmanlubis

Ada sebab yang membuat hati saya masih bisa
gembira dengan kesenjangan sosial dan bencana yg melanda bangsa ini  Pertama saya bisa lebih bersyukur . Kedua,
saya bisa lebih keras terhadap diri saya, tidak ada alasan cengeng dan berkeluh
kesah. Ketiga, ini lah ladang amal. Sangat banyak yang bisa digarap untuk
diharapkan menjadi amal shaleh.

 

Bencana tsunami, banjir, wabah penyakit, kemiskinan, kelaparan,
pengangguran, anak jalanan, pengemis…. semuanya adalah cobaan Allah. Benar. Tapi
cobaan untuk siapa? Untuk mereka yang terkena bencana ? Atau untuk kita di
sekelilingnya?

 

Untuk mereka, ia.

 

Dan sungguh akan Kami
berikan cobaan kepadamu,
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ( Al Baqarah 155)

 

 

Untuk kita, harusnya (lebih) ia

 

Cobaan ini harus kita hadapai dengan sungguh-sungguh. Karena kalau
berhasil menghadapi cobaan ini, Allah menjanjikan ketinggian derajat serta
ampunan. Dan Allah menjanjikan terbukanya pintu surga. Dan siapa yang lebih pasti janjinya dari
Allah?

 

(yaitu) orang-orang yang
mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan
kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka
akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta
rezki (nikmat) yang mulia.(Al Anfal 3-4)

Apakah kamu mengira bahwa  kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi
Allah orang-orang yang berjihad* diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
( Ali Imran 142 )

 

Abu
Hurairah ra,
berkata ,Nabi saw bersabda, " Barang siapa yang membebaskan
orang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari
kesempitan di hari Kiamat

Barang
siapa yang memberi kemudahan orang yang mengalami kesuliatan maka Allah akan
memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat

Barang
siapa menutupi aib orang muslmi maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan
akhirat.Allah senantoasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong
saudaranya

Barang
siapa yang meniti jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memberikan
kemudahan baginya jalan menuju surga.tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah
Alloh (Masjid) membaca kitab Alloh dan mempelajarinya , niscaya turun kepada
mereka ketentraman, rahmat meliputi  mereka, para malaikat berkerumun di
sekelilingnya dan Alloh menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada
di sisi-Nya.

Barang
siapa amalnya selalu terlambat (Kurang) maka nasab-nya tidak akan dapat
menyempurnakannya

(HR
Muslim)

 

 

Janji yang sangat
menggairahkan. Dan tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

 

Menjadi kebutuhan kita
yang pemuda, untuk selalu menempa diri. Nikmat empati dan kepedulian ini jangan
sampai lepas. Latihlah terus diri. Makin kita sibuk dan kaya, empati akan semakin
sulit terpatri.

 

Saya merasakan. Saat di kantong ada
uang 100 ribu, gampang untuk mengeluarkan agak 10 ribu. Tapi saat punya uang 5
juta, 500 ribu ( yang rasionya sama-sama 1:10) terlihat terlalu banyak untuk di
sumbangkan.

 

Menjadi kebutuhan kita
yang pemuda, untuk selalu menempa diri. Disetiap kesempatan yang ada, latihlah
terus diri. Selalu menyumbang untuk kegiatan sosial. Coba sekali-kali menjadi
sukarelawan. Karyakan satu-dua kegitan untuk masyarakat yang kekurangan. Bila
perlu masuk ke komunitas yang bertema kepedulian. Latihlah diri, jangan mau
berhenti.

 

Empati itu nikmat.
Karena ia bisa merubah cobaan yang ada menjadi jalan kesejahteraan. Ia bisa
merubah banjir menjadi taman. Pengemis menjadi buah-buahan. Anak miskin kurang
pendidikan menjadi sungai penuh bebatuan.

 

Memang bukan sekarang
kita dapatkan.

Tapi nanti.

Dan ini janji.

 

 

 

Nb: Bud, git, ka, bal, wyk, nggi, gus, fi, yan,
min, man, chit, tam, ne, semua teman-teman pmku… rumah pintar dan pelatihan
bencana udah di depan mata…mari kita hajar dengan sehajar-hajarnya. :)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Jihad dapat berarti:
1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi
orang-orang Islam;

2. memerangi hawa nafsu;
3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat
Islam;

4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.

 

kaum dhuafa

November 26th, 2007 by arifrahmanlubis

Beberapa waktu yang lampau, saya sempat dikagetkan dengan pemberitaan di media yang menyatakan bahwa awal tahun 2008, akan diterapkan Perda Pelarangan memberi uang kepada pengemis dan pengamen di  Jakarta. Hati saya miris.


 

Bagaimana ini ? Saya mempertanyakannya kepada Islam.

 

Konsep keadilan Islam dalam kelayakan hidup bukan dengan menyamaratakan semua manusia. Seperti yang ditawarkan salah satu isme. Karena justru tidak adil, ketika menyamaratakan bagian untuk usaha dan cara kerja yang berbeda. Konsep keadilan Islam juga bukan menganggap kaum dhuafa sebagai sampah masyarakat. Sebagai lalat pembawa beban dan penyakit, yang pantas bahkan (bisa jadi wajib) untuk disingkirkan.

 

Adil adalah mendapatkan bagian sesuai usaha dan cara kerja kita, dengan menyadari kekuasaan mutlak Allah untuk menentukan bagian itu. Yang ini tidak bisa diganggu ganggu. Dengan adanya perbedaan bagian (rezeki) ini, dalam Islam diatur cara untuk merapatkan kesenjangan. Dengan zakat (yang sekaligus pensuci harta), dengan memelihara anak yatim, dan memberi makan orang miskin. Islam menganggap “menyelamatkan” kaum dhuafa adalah cara untuk beribadah kepada Allah.  Kita sebenarnya, menyelamatkan kaum dhuafa untuk menyelamatkan diri kita.

 

Untuk anak yatim, Islam memerintahkan untuk memeliharanya (1). Memuliakannya (2). Tidak boleh berlaku sewenang-wenang (3). Menjaga hartanya ( kalau ada), sampai anak yatim tersebut dewasa, mandiri dan bisa mengurus hartanya (4).

 

Untuk fakir miskin, kita harus menganjurkan orang untuk memberi makan. Kalau tidak, bahaya, cap kita adalah pendusta agama (5) . Fakir miskin juga termasuk kedalam golongan yang berhak menerima zakat pun harta rampasan perang dari umat muslim (6).

 

Perlu ditekankan, bahwa defenisi Islam untuk orang yang miskin adalah orang yang tidak dapat mencukupi kebutuhannya, dan tidak pernah berfikir untuk diberi sedekah dan tidak mau pergi untuk meminta-minta kepada orang lain (7) . Jadi orang seperti inilah, yang menyebabkan anda menjadi pendusta agama saat tidak menganjurkan untuk memberinya makan. Dan orang seperti inilah yang berhak terhadap zakat dan bagian dalam harta fa’i.

 

Meminta-minta didalam Islam sangatlah tidak dianjurkan. Ia hanya pilihan untuk kondisi sangat genting. Kepepet kata orang kita. Karena banyaknya keburukan yang didapat dari meminta. Ketika meminta-minta, orang akan otomatis kehilangan keberkahan harta (8). Dan sesuai konteks, meminta itu untuk menyelamatkan diri dari kondisi kepepet,maka harus sedikit saja. Secukupnya untuk menutupi kekurangan yang ada, tidak boleh untuk memperkaya diri, karena sama dengan meminta bara api (9). Untuk itu, dalam kondisi yang melaratpun, umat Islam harus tetap berusaha mandiri dengan jalan halal. Keringanan dengan jalan meminta-minta ini hanya diperbolehkan karena tiga sebab, yaitu :

- pertama seseorang yang menanggung beban yang amat berat, maka ia diperbolehkan meminta-minta sampai dapat memperingan bebannya; kemudia ia mengekang dirinya untuk tidak meminta-minta lagi;

- kedua seseorang yang tertimpa kecelakaan dan hartanya habis, maka ia boleh meminta-minta sampai mendapatkan kehidupan yang layak,

- yang ketiga seorang yang sangat miskin sehingga ada tiga orang yang bijaksana diantara kaumnya mengatakan" si fulan benar-benar miskin" maka ia diperbolehkan meminta-minta, sampai dapat hidup dengan layak.

 

Selain tiga hal diatas, Rasul menyatakan usaha meminta-minta adalah haram.

 

Dari pemaparan jalan yang ditawarkan Islam diatas jelas bahwa menurunkan Perda Pelarangan Memberi Uang Kepada Pengemis, tidak bijak. Apalagi dengan tujuan utama, kebersihan dan ketertiban. Si Penguasa sama dengan menzalimi pengemis-pengemis dan gelandangan. Tapi terlebih dahulu, dia menzalimi diri sendiri dengan menimbun gunugan dosa kezhaliman.

 

Untuk kondisi seperti

Jakarta

( dan daerah lainnya ), jalan penyelesaian terbijak adalah dengan pendidikan dan pembinaan. Terlebih dahulu yang dipikirkan penghidupan apa yang dapat mereka usahakan jika tidak mengemis. Lalu di didik dan dibina sehingga mereka bisa berusaha dan mencari nafkah dengan jalan itu. Dan sebaiknya diberi pinjaman modal. Baru setelah semua itu dilakukan , peraturan dibuat dan diterapkan. Kelihatan idealis, tapi ini jalan terang.

 

Islam mengakui adanya perbedaan nasib dan rezeki. Islam juga melarang umatnya meminta-minta jika tidak terpaksa. Tapi dalam Islam, peminta-minta (apalagi yang memang haknya, masuk ke tiga golongan yang diberi keringanan untuk meminta-minta) BUKAN lalat yang dengan sebuah Perda bisa disingkirkan. Betapa Zalim penguasa yang karena alasan kebersihan dan keamanan , mengambil cara pengusiran.

 

Saya jadi teringat dua kisah. Pertama tentang Amirul Mukminin Umar Bin Khattab, yang memberi keringanan hukuman orang yang mencuri karena kepepet. Ia tidak bisa mencari makan lagi, ia bisa mati kelaparan kalau tidak mencuri. Orang itu diberi keringanan, tidak dihukum potong tangan. Dan tidak sampai disitu, Umar memanggil pemimpin wilayah untuk bertanggung jawab atas rakyatnya yang kelaparan dan harus mencuri untuk makan. Yang kedua, kejadian di bulan Juli 2004, di ITB, saat PKL akan diusir. Dengan proses yang lumayan alot, KM berhasil membujuk ITB untuk membiayai pelatihan dan modal usaha untuk pedagang yang diusir.

 

Hendaknya seperti dua kisah ini. Pemerintah DKI (dan daerah lain), jangan pernah menganggap pengemis sebagai sampah, tapi sebagai amanah yang harus di penuhi haknya. Karena ada beribu catatan buruk yang harus dipertanggung jawabkan di hari yang dijanjikan, saat hak ini tidak ditunaikan. Haknya adalah mendapat pelatihan dan pendidikan. Bila perlu bekali dengan sedikit modal. Dampingi, hingga mereka mandiri. Karena kemandirian mereka bisa jadi jalan menuju surga.

 

Tidak gampang. Sulit malah. Tapi inilah harga untuk mereka yang mengharapkan masuk ke satu dari tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah, dimana tidak ada lagi lindungan yang diberikan. Posisi kehormatan sangat special. Pemimpin yang adil.

Pemimpin yang adil.

 

Semoga kau mendengar.

 

 

 

 

 

 

(1) Dari Sahl bin Sa’ad r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini." Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu." (Riwayat Bukhari)

(2) Al Fajr : 17

(3) Ad Dhuha : 9

(4) Al Israa : 34, Al Baqarah : 220, An Nisa : 2, An Nisa : 6

(5) Al Maun : 3

(6) Al Anam : 141, Al Baqarah : 177, Al Anfaal : 41, Al Hasyr : 7

(7) Dari abu hurairah ra. ia berkata rasulullah saw bersabda; "bukan dinamakan orang miskin, orang yang meminta-minta kemudian ia tidak memperoleh sesuap dan dua suap makanan atau tidak memperoleh satu dan dua buah butir kurma tapi yang dinamakan orang miskin adalah orang yang tidak dapat mencukupi kebutuhannya  dan tidak pernah berpikir untuk diberi sedekah dan ia juga tidak mau pergi untuk meminta-minta kepada orang lain (HR Bukhari dan Muslim ) 

(8) Dari hakim bin hizam ra. ia berkata; saya meminta kepada rasulullah saw, maka beliau memberi saya ; kemudian saya meminta lagi kepada beliau dan beliau memberi saya lagi. kemudia beliau bersabda; " Hai hakim, sesungguhnya harta itu memang manis dan mempesonakan. siapa saja mendapatkannya dengan kemurahan jiwa, maka ia mendapatkan berkah, tetapi siapa saja mendapatkannya dengan meminta-minta, maka ia tidak akan mendapatkan berkah, ia bagaikan orang yang sedang makan tetapi tidak pernah merrasa kenyang. Tangan di atas (yang memberi , lebih baik daripada tangan dibawah ; hakim berkata; wahai rasulullah , demi zat yang mengutus engkau dengan kebenaran, saya tidak akan menerima  sesatu pun dari seseorang seduah pemberianmu ini sampai saya meninggal dunia (HR Bukhari dan Muslim )

(9) Dari abu hurairah ra ia berkata; rasulullah saw bersabda; "siapa saja yang meminta- minta kepada sesama manusia dengan maksud untuk memperbanyak harta kekayaan, maka sesusungguhnya ia meminta bara api; sehingga terserah kepadanya apakah cukup dengan sedikit saja atau akan memperbanyaknya (HR Muslim )

(10) Dari abu bisyr Qabishah bin al Mukhariq ra, ia berkata; saya adalah orang yang menanggung beban amat berat, maka saya mendatangi rasulullah saw untuk meminta bantuannya meringankan beban itu, kemudia beliau bersabda " tunggulah  sampai ada zakat yang datang ke sini, nanti akan aku suruh si amil (pengumpul dan pembagi zakat) untuk memberi bagian kepadamu , kemudia beliau bersabda; Wahai Qabishah , meminta-minta  itu tidak diperbolehkan  kecuali ada salah satu dari 3 sebab;

- pertama seseorang yang menanggung beban yang amat berat, maka ia diperbolehkan meminta-minta sampai dapat memperingan bebannya; kemudia ia mengekang dirinya untuk tidak meminta-minta lagi;

- kedua seseorang yang tertimpa kecelakaan dan hartanya habis, maka ia boleh meminta-minta sampai mendapatkan kehidupan yang layak,

- yang ketiga seorang yang sangat miskin sehingga ada tiga orang yang bijaksana diantara kaumnya mengatakan" si fulan benar-benar miskin" maka ia diperbolehkan meminta-minta, sampai dapat hidup dengan layak,

wahai Qabishah meminta-minta selain disebabkan tiga hal tadi adalah usaha yang haram dan orang yang memakannya berarti ia makan barang haram (HR  Muslim )

 

 

Islam itu Obat Kehidupan

November 22nd, 2007 by arifrahmanlubis

Islam itu obat kehidupan.

Kalau sakit kita anggap celaka, dan sehat sebagai selamat. maka untuk beranjak dari titik sakit menuju sehat kita harus minum obat.

Dalam konteks keselamatan dunia dan akhirat , Islam itu satu-satunya jalan keselamatan. Islam itulah obat. yang mengantarkan kita dari keadaan celaka, ketitik selamat.

Sebagaimana obat yang harus diminum, ia harus diamalkan. ini bukan agama wacana (saja). ini agama amal. tidak sembuh orang yang tahu panadol yang diminum tiga kali sehari dapat menghilangkan pusing, tapi tidak mengamalkannya. serupa dengan syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. dan "obat-obat" lainnya.

Dan bila perlu, untuk memastikan obat ini sesuai, kita akan kedokter untuk konsultasi. Mungkin saja panadol yang dikatakan iklan sebagai obat pusing, sebenarnya paling tepat untuk penyakit demam. Sebagaimana kita perlu berkonsultasi tentang masalah hidup dengan Al Quran dan tafsirannya (dari Ahli Tafsir), Sunnah Rasul dari periwayatan yang Shahih, dan pendapat Ulama yang terpercaya.

Tidak bisa asal-asalan. ..

Yang bukan dokter tidak boleh mengeluarkan resep sembarangan. Malah akan menyebabkan "keracunan massal". ( tanyalah kepada yang tahu, apa yang tidak kamu ketahui )

Islam itu obat kehidupan. kalau untuk mencapai keselamatan yg temporer saja kita patuh pada dokter, minum obat sehari tiga kali. kenapa untuk keselamatan abadi diri kita masih ragu ?!

Dalam konteks mencapai keselamatan ini, ada beberapa jenis manusia.

Ada orang yang sakit tapi tidak tau dia sakit, celakalah dia. bagaimana mau sembuh, kalau mengidap penyakitpun dia tak sadar. inilah orang yang diluar Islam. Tidak tau dan yakin tentang jalan keselamatan. ( orang yang tidak bersyahadat dan masuk kedalam Islam, kekal dalam neraka ).

Ada yang sesat. Kebodohannya membuat kasihan, kadang geram. Ia tau ia sakit. Ia tau Islam adalah obat. Tapi ia yang Doktor ilmu Pemerintahan, menganggap dirinya bisa mengeluarkan resep seperti Dokter kesehatan. Sesatlah dia. Tanpa dukungan yang dalil yang jelas dan penafsiran yang kuat, dia asal menerjemahkan. Ayat mutasyabihat jadi andalan. Ayat yang "terang" di padam-padamkan. Hadist yang shahih di pinggirkan, yang dhaif di kuat-kuat kan. Ritual ibadah, di ada-adakan….. Ada yang mengaku tak perlu lagi shalat, kalau sudah bisa menyatu dengan Allah. Ada yang menjadikan "terbang" sebagai maqom keshalehan. Bahkan yang mengaku menjadi Rasul ke 26.

Ada yang pantas dimurkai. Bebal sekali. Ia tau ia sakit.tapi ia datang kedokter, dengan minat mengikuti nafsunya bertanya tanpa etika, dan berpikir mengawang tanpa batasan. Kepada dokter yang ahli, ia tanyakan : " kenapa minum obat harus 3 X sehari dok?". "Kandungan obatnya apa aja dok? Cara mengolahnya bagaimana? Bahan dasarnya apa aja? Persentasenya?". Setelah diskusi panjang lebar berjam-jam, tetap obat tak di minum, resep dokter tak di gunakan. Bisa diprediksi nasib orang ini…..Mengapa imam laki-laki? Bolehkan imam shalat Jumat perempuan? Haji itu ada karena jeniusnya Muhammad mengadopsi ritual bangsa Arab kan?

Yang selamat adalah yang mukmin. Yang tau dia sakit. tau harus kedokter. tau resep dari dokternya. dan yang penting " DIA MINUM OBATNYA". dia "minum" rukun islam, rukun iman, dan semua obat-obat yang menjanjikan jalan keselamatan. d

ia sadar penuh, tanpa Islam ia akan menghadapi kecelakaan . dia tahu, untuk menghindari kesalahan dia ke dokter. dia shalat, dan agar tidak salah ia bertanya pada dokter " Sunnah". dia berpakaian, agar tidak melenceng dia bertanya pada dokter " Quran, Sunnah, dan pembahasan ulama" . dia mengerti benar, untuk menjadi dokter dia harus kuliah dulu. belajar kitab dan praktik kedokteran. dia pelajari Al Quran, Hadist,Ushul Fiqih,Asbabun Nuzul, Asbabul Wurud,kitab-kitab fatwa ulama dan pembahasannya.

itulah jalannya. tau sakit. tau obatnya. tau dokternya. dan meminum obat sesuai resep dokter. Itulah jalan orang mukminin. jalan menuju pintu-pintu keselamatan.

Ya Allah, masukkanlah aku ke golongan mukminin. Tunjukilah aku jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang Engkau anugerahkan nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Engkau Murkai, bukan jalan orang-orang yang sesat.

ia tahu

August 2nd, 2007 by arifrahmanlubis

tadi
pagi-pagi sekali, embun senyum padaku
ia tahu, hangat hatiku sebab Mu
lapang dadaku karena Mu
tenang jiwaku dalam lindungan Mu

tadi
pagi-pagi sekali, embun senyum padaku
ia tahu, perihal aku yang belajar
belajar, menerima cinta dengan sebaik-baik penerimaan

tadi…
pagi-pagi sekali… embun senyum padaku
ia tahu…

tunjukkan saja

July 27th, 2007 by arifrahmanlubis

Karena kita tercipta dengan keindahan. Mengapa ragu? Tunjukkan saja..” _ iklan sabun mandi.

WAAAW. W-A-A-A-W. Luar biasa.

Tidak takutkah kepada Yang Maha Melihat, Maha mendengar, Maha Mengetahui ?

Tidak takutkah ?

Berani benar berpropaganda sesat untuk 200 juta lebih orang?

Berani benar di media yang ditonton orang se Indonesia, ngajak buka-bukaan ?

Karena kita tercipta dengan keindahan. Mengapa ragu? Tunjukkan saja..”

Dimana keiman itu?

Adakah syukur itu?

Benarkah persaksian itu?

Kalau jawabannya

Saya beriman kepada Allah !

Saya bersyukur kepada Allah !

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah !

Kenapa saat Allah berfirman “…dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,…”( An Nuur : 31 )

Kau balas dengan “Karena kita tercipta dengan keindahan. Mengapa ragu? Tunjukkan saja..” ???!!!

Ya Allah lindungilah kami dari fitnah yang menyesatkan. Allahuakbar.

adik lucu

July 27th, 2007 by arifrahmanlubis

Seminggu lalu. Ba’da Ashar. Didepan Mihrab Salman.

Sepuluh menitan membaca Qur’an

Mataku menangkap gerakan

Gadis kecil, dua tahun

Lucu, putih, tembem, jilbaban, jilbabnya kebesaran. Lucu.

Matanya berbinar menggebu

Lari sempoyongan kedepan

Cepat..cepat..

Tangan ayahnya ditarik manja

Menuju kursi khatib

Dikira kuda-kudaan

Diangkatlah ia kesitu

Posisi mirip-miripkan joki

Pinggiran kursi jadi pegangan

Kepala diangguk-angguk badan goyang-goyang

Hehehehe..

ia tertawa lepas, kesenangan

Nah, ini datang si kakak…

Empat tahunan

Sama-sama lucu

Sama-sama berbinar

Sama-sama naik keatas kursi

Kakaknya di belakang

Membonceng adiknya

Kepala diangguk-angguk badan goyang-goyang

Hehehehe..

mereka tertawa lepas, kesenangan

Tertawa-tawa terus..

Senyum-senyum terus..

Gak mau turun..

Tinggal si ayah bingung, sendirian.

( Ya Allah..lucunya…)

ini cerita tahun lalu

July 22nd, 2007 by arifrahmanlubis

20 Juli 2006

Kamis

Siang tadi ketemu Jalu. Papasan di dekat sunken.

“Assalamualaikum. Lu, dari ITB untuk Tsunami Pangandaran gmana? “

“Waalaikumsalam. Ini saya lagi ngurus Rif. InsyaAllah nanti dini hari, berangkat rombongan pertama ITB. Gmana? Bisa Ikutan ?”

“ Wah, Alhamdulillah. Saya mikir dulu Lu. InsyaAllah bisa.hatur nuhun.nanti saya kontak lagi”

Alhamdulillah, ba’da Ashar diberi ketapan hati untuk berangkat. Terimakasih Allah. Setelah tertunda di Tusnami Aceh kemarin, kau beri kemudahan hamba MU ini beramal dan mendekatkan diri padaMu. Terimakasih yang tak terhingga untukmu ya Allah”

Langsung saya ke Koperasi Pegawai ITB disamping BNI Taman Sari, untuk beli perlengkapan yang masih kurang. Sms in Adut dan Mogi, dua sekjen terpercaya untuk ngebackup di wisudaan, megang rapat BP wisuda dan persiapan nerima kunjungan UPN. Ternyata, di Koperasi Pegawai ITB sudah ada Jalu , Pak Entis dan Pak Ade yang memindahkan barang-barang bantuan ke mobil box ITB. Alhamdulillah, ada kesempatan amal lagi. “Terimakasih yang tak terhingga untukmu ya Allah”

Bada Magrib nelpon Ummi dan Ayah. Ngejelasin keadaan dan menenangkan beliau berdua, disana InsyaAllah aman. Alhamdulillah, keberangkatan saya di restui. Bismillahi tawakkaltu allallah !

21 Juli 2006

Jumat

Pukul 1.30 dini hari

Berangkat!

Rombongan ada 7 orang. Saya, Jalu, Henry, Pak Khalid, Pak Entis, Pak Nur, Pak Ade.

Satu mobil box ITB. Satu panther. Satu kijang.

Pukul 5 pagi

Sampai di Banjar. Shalat Subuh di Mesjid jami Banjar. Masih bertanya-tanya , seburuk apa keadaan disana.

Dalam doa aku banyak berharap agar waktuku disana benar-benar dipeuhi dengan amal shaleh.

Pukul 6 pagi

Sarapan di Banjar. Pake kupat tahu ( ? ) . Dapat sms dukungan dari teman-teman tercinta. Terimakasih teman.

Pukul 8 pagi

Sampai di Pangadaran. Ke Satkorlak. Orang-orang sibuk bersiap menyambut kedatangan SBY. ( seharusnya gak gini, SBY datang ya datang aja. Sediain PasPampres beberapa. Sediain data-data yang dibutuhin. Gak perlu heboh dan ngehambat rombongan yang ingin ke wilayah bencana. Apa lagi sampai nutup jalan untuk sementara)

Pukul 8.30 pagi

Melihat langsung pantainya. MasyaAllah.Hancur semua. Kapal-kapal pecah dan terbawa kemana-mana. Bangunan tersapu air. Anyir, ini bau air pantai, ikan yang mati atau bekas mayat.

Ngobrol dengan korban Tsunami yang kebetulan jadi penjaga hotel. Diceritain detail tentang bencana itu. Penderitaan yang menimpa korban. Banyak sekali yang mengungsi ke hotel itu . Hampir semua terluka. Seprai dan tempat tidur digelar untuk korban yang paling parah, semuanya darah. Malamnya kelaparan, mencoba mencari ikan ke pantai. Banyak memang ikan yang terseret ke pantai. Besar-besar. Tapi yang membuat pilu, itu semua berdampingan dengan mayat-mayat korban. MasyaAllah.

Jam 10 sampai Jumatan

Nyebarin bantuan ke daerah Parigi dan Pasawah. Jumatan di Pasawah ( ? ). Khatib mengupas tentang kekuasaan Allah dalam Tsunami ini. Motivasi untuk berbenah serta bertobat.

…………….

Saya jadi banyak bertafakur tentang Firman Allah dalam Al Quran :

Semuanya adalah ketetapan Allah :

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” ( Al Hadid 22 )

Kita diharamkan berputus asa :

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.” ( Al Ankabut : 23 )

Kita yang pasti akan diuji . Dan hendaknya bersabar:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?” ( Al Ankabut : 2 )

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjiha diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” ( Ali Imran 142)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Al Baqarah 155 )

Kita yang harus berbaik sangka dengan ketetapan Allah :

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( Al Baqarah 216)

………….

Ba’da Jumatan sampai Pukul 6 Sore

Nyebarin bantuan ke Legog Jawa, Citra sari, Kerta Mukti. Ternyata di setiap posko masih kekurangan lauk. Bantuan makanan hanya berputar diberas dan mie instant saja.

Sore benar , di ujung Desa Kerta Mukti. Ada sekelompok pengungsi yang belum dapat bantuan dan terpaksa meminta ke setiap mobil yang melintas. Di daerah Parapat, tepat di sebrang jalan dekat pantai. Ada seorang bapak yang duduk di kursi panjang menghadap pantai, duduk dikursi, membaca buku kecil, disampingnya ada pakaian di bentangkan. ( mungkin beliau mengharap orang yg dicintainya kembali)

Jam 8.30 malam

Membeli barang-barang bantuan di Cijulang. Mayoritas lauk pauk. Ada telor, kecap, minyak goreng, kornet, sarden, gula, dll. Alhamdulillah hari ini sudah menyebarkan satu box barang bantuan. Terimakasih Allah.

Jam 9.30 malam

Mandi , shalat dan istirahat di penginapan Koperasi tugu Cijulang. Sekamar dengan Hendry dan Jalu. Ngobrol-ngobrol sejenak. Lalu berusaha tidur.

Banyak berfikir tentang hari yang penuh ini.

Penuh cerita.

Tentang pengalaman ngeri mereka saat tsunami datang. Diseret arus, dihantam balok dan semua benda.

Tentang kesedihan kehilangan orang-orang tercinta.

Tentang ketakutan yang amat sangat, trauma, sehingga mereka ( yang rumahnya dekat pantai ) meninggalkan rumah dan tinggal dibukit-bukit berbekal terpal dan tenda.

Tentang syukur dari para korban saat menerima bantuan dan silaturahmi dari kami. Senyuman terimakasih yang membahagiakan hati.

Tentang semangat pantang menyerah para relawan , terutama relawan dari aparatur dan pemuda desa. Bangga. Ditengah kesedihan yang mendalam mereka kuat dan bekerja mati-matian. Mengelola pengungsi dan mendistribusi bantuan.

Tentang keriangan anak-anak korban gempa, yang tegar dan dengan nikmat jiwa anak-anaknya masih menikmati keceriaan dari tenda-tenda.

Penuh cerita.

21 Juli 2006

Sabtu

Jam 4.30 – 8.00 pagi

Shalat. Berkemas. Mandi. Sarapan.

Hari ini sebenarnya hari wisuda. Sebagai Kahim, saya seharusnya ada disana. Tapi sebagai Kahim yang manusia yang hamba Allah. Saya yakin bahwa kesempatan beramal shaleh dan membantu sesama yang dibukakakan lebar oleh Allah ini tidak boleh jadi sia-sia. Alhamdulillah, bahagia dan puas dengan keputusan ini. Maafkan saya teman-teman MTI. Cuma bisa ngontrol wisuda lewat Adut, Mogi, Arfi dan Mona. Teman-teman yang baik dan setia. Terimakasih.

Jam 8.00 pagi – 3.00 sore

Muter lagi ke 5 daerah kemarin untuk membagikan lauk pauk yang di beli tadi malam. Di Desa Atra Sari , dibalai desa berpagar orange itu, mandapat kebaikan jamuan kelapa muda. Makan kelapa muda bersama korban bencana yang tersenyum tulus, bisakah terbayang betapa bahagianya ? Subhanallah..

Jam 3 Sore.

Pos Pusat Pangadaran

Menyerahkan laporan bantuan ke Satkorlak.

Setelah itu ke Dusun Cikidan. Dusun yang 69 warganya meninggal di hantam Tsunami. Dusun yang dekat sekali dengan timbunan bantuan, tapi kekurangan.

Jam 4 Sore.

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.

Misi selesai.

Pulang.

Subhanallah, 2 hari yang sangat penuh dari Allah.

Selama perjalanan, terbayang sebuar sepanduk dari PPMI yang di pasang di seberang mesjid Jami Pangadaran :

“ Bencana mengajari kita untuk lebih peduli pada sesama “.

Semoga saya termasuk orang yang belajar.

Amin.

hahaha di oprah show

July 22nd, 2007 by arifrahmanlubis

acara oprah di metro tv.sepertinya pagi hari, tak ingat tepatnya.

acara talkshow terpopuler hari itu bertema : momen hidup mati manusia. ada cerita si pendaki termuda mount everest.

ada juga cerita dua pemuda yang tersambar petir.

intinya ada di kisah dua pemuda ini. entah bagaimana mereka tersambar petir.

salah seorang darinya sampai pingsan dan tak sadarkan diri dengan tubuh sedikit gosong. sementara satunya masih bisa sadarkan diri.

dalam kesadarannya yang kritis, si satunya ini harus bergegas membawa diri nya dan teman ke bantuan terdekat.

disaat berusaha menyelamatkan nyawanya dan temannnya itu, yang ada dipikirannya hanya doa dan permohonan kepada Tuhannya " Ya Tuhan, jika kau berkenan maka selamatkanlah kami".

"Doa yang sangat bagus untuk kondisi itu", kata si Oprah

"hahahahahahaha…". tiba-tiba penonton semua tertawa.

(kening saya langsung kerut?)

Si Oprah mengulangi pernyataannya

"Tapi itu memang doa yang sangat bagus untuk kondisi itu".

"….." penonton di studio hening.

(mungkin mereka mikir, apa benar ya yang begitu bagus?)

Ya Allah. Mau apa orang-orang ini?. Mau kemana lagi? Minta tolong ke siapa lagi?

Sedihnya, jenis-jenis manusia seperti ini banyaknya dimana-mana. Pun di negara mayoritas Muslim.

Menikmati semua karunia dan nikmat, tetapi masih saja merasa pantas untuk durhaka.

Mengaku hamba, tetapi masih saja merasa hebat dan pantas sombong. Tidak mau menundukkan hati untuk berharap.

Mau kemana lagi? Minta tolong ke siapa lagi?

Ilahana..

bantulah hamba untuk selalu ingat pada Mu…

bantulah hamba untuk selalu ingat pada Mu…

Tidak ada pilihan

July 16th, 2007 by arifrahmanlubis

“ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut
kesanggupanmu..” (At Taghabun : 16 )

 

Firman Allah ini jelas
mengisyaratkan bahwa hanya untuk ketakwaan dan amal shalehlah ada
“pilihan” . Pilihannya “ menurut
kesanggupanmu”
(Sesuai derajat keshalehan hamba Allah tersebut)

 

Sedangkan untuk
kemaksiyatan. Tidak ada pilihan “menurut kesanggupanmu “. Semuanya harus
sepenuh-penuhnya ditinggalkan.

 

 

 

Apa pendapatmu tentang
hamba yang selalu diperhatikan. Diberi cukup kenikmatan. Dimasukkan dalam
hatinya keimanan. Diajarkan padanya tentang cara penghambaan. Tapi masih
durhaka pada Tuhan?

 

Wahai diri. Sadarlah.
Sungguh besar kemurkaan disisi Rabbmu.Engkau yang mengaku berIman dan berIslam.
Tapi masih kau kerjakan dengan sengaja kemaksiyatan.